Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Thursday, April 06, 2017

Cerpen - Perjalanan keenan

Note : butuh beberapa menit untuk membaca cerpen ini
Cerpen - Perjalanan keenan

Ledakan kembang api memeriahkan malam tahun baru ini. Hal itu membuat keenan teringat beberapa tahun lalu, saat keenan berada di tempat ini bersama gadis itu.  Gadis yang telah mengisi hari – hari suramnya dulu dengan keceriannya. Keenan memejamkan matanya, merasakan dinginnya udara malam ini menyatu dengan kerinduan terhadap gadis itu.

“Rosa, apa kabarmu? Kapan kita bertemu lagi?” Ucap keenan dengan rasa perih dihatinya.

20 Januari 2012

“Teman – teman mari kita lihat, seorang Keenan dengan pakaian lusuhnya.” Ucap seorang anak berpakaian seragam SMA.

“Hahaha, dia kan hanya anak panti asuhan.”  Ucap seorang anak yang lain.

Keenan terus melangkah menghiraukan semua ejekan itu. Dia memang sudah terbiasa diejek, pernah ia melawan lalu berakhir tragis. Ia mendapatkan pukulan – pukulan karena melawan ejekan mereka yang membuatnya harus absen beberapa hari dari sekolah. Setelah sampai di kelasnya pun masih ada saja orang – orang yang mengejeknya, tapi mau bagaimana lagi Keenan lebih memilih diam.  

Keenan Bachtiar, seorang anak laki – laki yang tak tahu tentang ayah dan ibunya. Dari kecil ia tinggal di panti asuhan. Meski begitu nasibnya tak terlalu buruk seperti anggapan orang – orang terhadap dirinya. Memang Keenan hanyan seorang anak yang tak punya ayah dan ibu, tapi Keenan tak mudah menyerah seperti kebanyakan anak yang lain. Ia merupakan anak yang cerdas, masa SD dan SMPnya penuh dengan prestasi. Hal itu menyebabkan dirinya bisa bersekolah di sekolah favorit di kota jakarta, yaitu SMA Wijaya Plus.

Hanya anak – anak terpilih yang dapat bersekolah disini yang mayoritas dari kalangaan atas. Tapi Keenan bisa membuktikan seorang anak panti asuhan pun bisa ada di sekolah ini.

“Hai Keenan, sejak kapan kau datang?” Tanya seorang gadis manis kepada dirinya.

“Kau kemana saja baru datang Rosa?” Keenan tersenyum.

“Biasa, macet.” Ucap gadis itu.

Rosalina Farren, seorang gadis cantik yang berhati malaikat ini adalah sahabat Keenan. Disaat orang – orang mengucilkan Keenan ialah yang membuat Keenan tegar. Ia merupakan gadis yang pintar, terlahir dari keluarga kaya hanya saja ayah dan ibunya bercerai saat ia kecil dan menyebabkan ia tinggal bersama ibunya.
Beberapa bulan lagi kelas 12 akan melaksanakan Ujian Nasional.  Semua murid kelas 12 berusaha untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun dibalik itu semua ada rencana jahat yang mengancam Keenan.

“Aku tidak mau dia mendapatkan nilai tertinggi.” Ucap seorang anak.
“Saat hari Ujian sudah dekat, kita pukuli saja dia, kita buat jebakan terlebih dahulu, salah satu diantara kita harus mendekati Keenan saat ini. Berpura – pura menjadi temannya.” Ucap anak yang lain
“Baik, aku saja yang melakukan itu.” Ucap seorang anak lagi.

Tetapi percakapan itu didengar oleh Rosa, rasa khawatir yang teramat dirasakannya. Mereka adalah geng dari Akmal. Dari percakapan itu Rosa menyimpulkan bahwa Akmal akan menjadi musuh dalam selimut bagi Keenan. Ia bingung apa yang harus ia lakukan.

Beberapa bulan ini Akmal mendekati Keenan. Keenan pun menerimanya karena ia anak yang ramah. Saat Keenan sedang di kantin bersama Akmal, tiba – tiba Rosa menarik tangan Keenan.

“Keenan kita perlu bicara!” Ucap Rosa sambil menarik tangannya.
“Ada apa Rosa?” Tanya Keenan.
“Menjauhlah dari Akmal dia punya rencana buruk untukmu.” Ucap Rosa.
“Tidak mungkin Rosa, kau lihat saja dia anak yang baik.” Ucap Keenan.
“Keenan percayalah padaku.” Ucap Rosa.

Keenan pergi meninggalkan Rosa, ia bingung harus bagaimana. Tak mungkin Akmal mau menyakitinya dan bagaimana bisa Rosa berpikir hal negatif tentang Akmal. Pikirannya melayang tapi ia tak hiraukan itu. Disisi lain Rosa terlihat kebingungan apalagi yang harus ia lakukan sementara ujian sebentar lagi.

Saat ujian sebentar lagi datang. Rencana pun sudah sangat matang. Akmal meminta Keenan untuk mengantarnya ke toko buku. Lalu ketika mereka melewati gang sepi dan kecil. Akmal memberikan tanda dan teman – temannya pun muncul.

“Kau bodoh Keenan bisa percaya begitu saja.” Ucap Akmal.
Keenan bingung, teman – teman Akmal datang membawa kayu yang besar.
“Apa yang ingin kalian lakukan?” Tanya Keenan.
Tidak ada jawaban, mereka pun bersiap – siap untung menyerang Keenan. Tapi tiba – tiba.
“Berhenti.” Teriak Rosa.

Rosa terlihat membawa teman – temannya dan Satpam sekolah.  Akmal dan teman – temannya ketakutan lalu lari menjauh. Satpam pun mengejar mereka.

“Terima kasih Rosa, maaf aku tidak mempercaimu.” Ucap Keenan menyesal.
“Tidak apa, yang penting kau selamat.” Ucap Rosa.
Ujian Nasional pun telah berakhir. Keenan berhasil meraih nilai terbaik di Kota Jakarta. Hal itu membuatnya mendapakan beasiswa ke Inggris.
”Kau benar – benar akan pergi?” Tanya Rosa yang tak bisa membendung tangisnya lagi.
“Rosa, aku janji saat aku kembali aku akan langsung menemuimu.” Ucap Keenan menenangkan Rosa.

Rosa hanya diam. Besok adalah hari keberangkatan Keenan. Rosa tak mau jauh dari Keenan tapi ia tak mau egois. Keenan harus berhasil mewujudkan cita – citanya. Ia harus mendukung Keenan.

31 Desember 2016

“Kau ingat Rosa,  saat kau menyelamatkanku. Aku sangat menyesal saat itu karena tidak mempercayaimu.” Ucap Keenan.

Keenan masih berada di tempat yang sama. Sebentar lagi pukul 00.00 artinya tahun pun sebentar lagi telah berganti. Keenan sudah beberapa bulan di Indonesia. Saat ia datang, ia langsung ke rumah Rosa tapi yang ia dapatkan adalah rumah yang sudah tak berpenghuni. Keenan menanyakannya kepada tetangga Rosa tapi tidak ada yang tahu. Keenan juga mencari informasi kepada teman – teman SMAnya dulu tetapi mereka pun tak ada yang tahu. Keenan hanya bisa bersedih dan berharap suatu saat akan bertemu Rosa lagi.

Tuesday, February 21, 2017

Cerpen Penantian berharga - Akhir dari sebuah penantian (Last episode)

Cerpen Penantian berharga - Akhir dari sebuah penantian (Last episode)

sedah 1 bulan lamanya aku ditinggalkan oleh Geo, hari2 ku bersamanya sudah mulai hilang satu per satu di dalam pikiranku, namun bagaimanapun aku masih ingat cara dia meninggalkan ku dan menyisakan sakit dalam hatiku.

"oh iya hari ini ada janji sama dosen" besit ku dalam hati
karena teringat janji dengan dosen akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kampus sambil menghilangkan rasa bosan dan sakit hati ku.

aku berangkat dengan menggunakan angkutan umum, seperti biasa aku menunggu angkutan umum dihalte tiba2 rintik hujan mulai terdengar berjatuhan dijalan yang sepi tanpa lalu lalang kendaraan ataupun calon penumpang.

aku menatap ke HP ku sejenak, aku melihat ke sosial media ku dan ternyata ada inbox dari teman geo yaitu rendi yang selama ini berkomunikasi dengan ku, pada saat geo meninggalkan ku pun dia memberikan ku semangat untuk terus berjuang menghadapi sakitnya hati ku.

"Hai" isi inbox dari rendi
"iya, ada apa ren" jawabku singkat

dia tidak membalas inbox ku mungkin karena hujan yang membuat sinyal menjadi tidak bersahabat atau mungkin dia sedang sibuk, tanpa sadar ternyata aku sangat mengharapkan jawaban dari rendi

"apa yang aku pikirkan sih" gumam ku
"kenapa aku harus nunggu rendi bales inbox aku sih" lanjut ku sebal

tidak lama aku bergumam ternyata ada notif balasan dari rendi yang membuat aku senang

"aku mau ajak kamu jalan, kamu ada waktu engga? " kata rendi
"mau jalan kemana? banyak kok waktu aku" jawabku singkat
"kok kamu jadi nyombongin waktu sih? yaudah nanti kita ketemu ditaman" kata rendi
"taman yang waktu itu geo bawa aku?" tanya ku kepada rendi
"iya" jawab rendi singkat
"yaudah" kata ku

hujan pun berhenti seiring dengan berakhirnya inbox ku dengan rendi, akhirnya akupun berangkat ke kampus dengan perasaan bahagia dan senang.

tidak terasa waktu sudah sore hari dan waktunya untuk aku ke taman dan bertemu dengan rendi, sesampainya ditaman aku tidak melihat adanya rendi di sekitar, aku hanya berduri sendiri ditemani sepinya suasana taman.

tiba2 ada seseorang yang menepuk pundak ku dan segera aku membalikan tubuhku ternyata didepanku ada rendi yang sedang berlutut membawa bunga dan cincin sambil menatap tajam kearah ku, dengan mantap rendi mulai berkata

"will you merry me?"

aku sangat terkejut dengan apa yang rendi katakan, aku hanya bisa diam dan seluruh tubuhku bergetar hebat hati ku bertanya2
"apakah ini yang disebut cinta sejati tanpa berpacaran dia ingin menikahi ku"
akhirnya perlahan aku mulai berkata dan menjawab pertanyaan rendi

"yes i do"

rendi berdiri dan memasangkan cincin pada jari manisku dan memeluk ku dengan erat sambil berkata

"aku cinta sama kamu"

beberapa bulan setelah kejadian tersebut (pada saat rendi melamarku) akhirnya kami memutuskan untuk menikah dan menjadi keluarga yang sah, dan ini lah saat-saat ku untuk hidup bahagia karena PENANTIAN YANG PALING BERHARGA ADALAH MENANTI KEBAHAGIAAN.

THE END

akhirnya cerpen penantian berharga sudah berakhir, mudah2an eps kali ini dapat menghibur dan mengena dihati kalian para pembaca setia.

setelah cerpen penantian berharga saya akan membuat cerpen lagi yang lebih seru, namun dengan syarat cerpen penantian berharga banyak yg suka hehe

jangan lupa untuk share cerpen ini kesosial media untuk mendukung saya menulis cerpen lain untuk kalian.

akhir kata saya ucapkan terima kasih dan sampai jumpa :)

Tuesday, February 07, 2017

Cerpen Penantian berharga - Hancurnya harapan (eps9)

Hancurnya harapan

Cerpen Penantian berharga - Hancurnya harapan (eps9)

 

Setelah sekian lama menunggu ternyata ada suara motor yang terdengar sedang memarkir didepan rumah ku, aku tau itu Geo yang datang tubuhku pun merasa gemetar bukan karena grogi akan Geo namun luka hati ku yang terlalu parah dibuat oleh Geo hari ini.

sebenarnya aku tidak ingin melihatnya namun karena aku ingin penjelasan darinya aku memaksakan diri keluar dan mempersilahkan Geo masuk, aku tidak langsung memarahinya aku mau luka hati ini hilang oleh damai walaupun diakhiri dengan perpisahan.

aku tak bisa berkata apa-apa saat duduk didepan Geo, mataku mulai meneteskan air mata, tetes demi tetes terasa sekali di pipiku, air mata ku mengalir dengan derasnya, hatiku ingin berkata namun mulutku seperti terkunci tak bisa digerakan, Geo masih belum sadar dengan apa yang terjadi pada ku.

"kamu kenapa nangis Reina" ucap Geo sambil mengusap air mata ku.

Aku masih blum bisa bicara entah apa yang terjadi pada diriku saat ini, yang bisa aku lakukan hanya menangis, perlahan - lahan aku mencoba untuk menenangkan diri ku dengan menarik nafas dalam-dalam, Geo masih bingung penyebab diriku menangis.

"kamu kenapa nangis Reina" pertanyaan itu kembali keluar dari mulut Geo yang terlihat penasaran dengan ku, namun bukan hanya rasa penasaran yang terlihat dari wajahnya melaikan rasa bersalah dan takut pun terlihat pada raut wajahnya itu.
Dengan perlahan aku menjawab pertanyaan Geo yang sudah 2 kali iya lontarkan itu "kamu tanya aku kenapa? kamu gak sadar apa yang kamu lakuin hari ini?" kata ku dengan perlahan

"maksud kamu apa Reina aku gak ngerti deh" jawab Geo dengan raut muka yang dibuat seakan-akan pusing.
"hari ini kamu jalan dengan cewek bernama silfi kan?" aku bertanya dengan nada sedikit membesar.
"eng..engga kamu dapet info dari mana?" kata Geo mengelak pertanyaan ku.
"Jangan bohong kamu, aku tau kalau kamu jalan sama silfi bakhan kalian itu pacaran, aku tau semua kebohongan kamu, aku tau itu Geo!!" Air mata ku kembali mengalir dipipiku "kamu kenapa lakuin ini Geo? Kenapa?!!" Kata ku.
"Maafin aku, aku gak bermaksud begitu" Kata Geo dengan memelas.
"Apa kata mu? gak bermaksud? kamu udah nyakitin aku terus minta maaf segampang itu, kamu mikir gak sih Geo?" kata ku dengan suara yang ku buat lembut.

Geo hanya diam tanpa kata dia tertunduk malu dan merasa bersalah kepada ku, lalu dengan sedikit menarik nafas dia mulai berdiri perlahan, lalu dia mengatakan, "Maaf, bukannya aku mau mempermainkan hati kamu, tapi aku ii gak pantes buat kamu, yang aku tau ada seseorang yang lebih pantes buat mendampingi hidup kamu, gak kaya aku ini, aku kira hubungan kita cukup sampai disini" 

"bukan kamu yang gak pantes buat aku tapi aku yang pantes buat kamu, aku sadar diri kok, aku cuma mainan kamu, yang temen-temen kamu tau, aku sahabat kamu, bukan pacar kamu, kamu gak mau akuin aku didepan temen-temen kamu kan??"

"Maaf" kata Geo sambil meninggalkan ku.

Saat Geo meninggalkan ku dengan cara yang menyakitkan ini aku hanya bisa duduk dan menangis tanpa bisa berpikir apa-apa lagi selain kejadian hari ini, Geo yang dulu ku kenal sangat baik, perhatian, dan romantis ternyata tidak memiliki perasaan bahkan aku bisa bilang hatinya itu tidak ada.

Dipikiranku hanya terbesit, aku ditinggalkan olehnya demi wanita lain yang mungkin lebih dicintainya atau lebih cantik dari ku, hati ku hancur berkeping-keping tanpa tersisa sama sekali dan mungkin akan sulit untuk dipulihkan kembali.

TO BE CONTINUE

Yes akhirnya episode 9 sudah rilis dan bis dibaca oleh kalian, untuk yang belum baca Cerpen penantian berharga dari awal bisa klik disini Cerpen Penantian Berharga

Tunggu episode selanjutnya jangan lupa share Cerpen penantian berharga ini ke sosial media kalian yah, akhir kata saya ucapkan Terima kasih dan sampai jumpa :)

Monday, January 30, 2017

Penantian berharga - Kesedihan mendalam (eps8)

Kesedihan mendalam

Penantian berharga - Kesedihan mendalam (eps8)
gambar sumber google.com

Mendengar suara wanita itu aku menjadi lebih curiga dengan Geo, Namun kecurigaan aku belum terlalu besar dan percaya jika Geo itu orang yang baik dan tidak mungkin mengecewakan aku dengan berselingkuh, "mungkin dia cuma temannya saja" terbesit dalam pikiranku, aku jadi ingat dengan rendi teman Geo yang waktu itu dikenalkan kepada ku, "mungkin aku harus bertanya padanya, tapi aku kan gak punya nomernya, gmana yah"akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada bella,

"bel, kamu kenal rendi teman Geo?" ujar ku.
"iya aku kenal, kan dia tetangga ku Rei" jawab bella.
"boleh antar aku ke dia?"
"kamu mau ngapain nemuin dia?"
"aku cuma mau nanya masalah Geo"
"yaudah ayo aku antar"

Akhirnya aku diantarkan oleh bella kerumah Rendi teman Geo itu, sesampainya dirumah rendi, bella pun mengetuk pintu dan keluarlah rendi yang sedari tadi aku harapkan,
"hai Rendi"
"hai, kamu kan teman Geo yang waktu itu ya?"
"iya, aku yang waktu itu sama Geo, maaf yah aku ganggu, aku cuma mau nanya masalah Geo"
"oh kamu gak ganggu kok, kamu mau nanya masalah apa? kalo yang macem-macem aku gak mau jawab yah hehe"
"hehe, bukan yang macem-macem kok, aku cuma mau tanya Geo skarang lagi dimana yah? soalnya aku telpon gak diangkat mulu"
"ohh dia lagi jalan sama silfi"
"silfi siapa?"
"dia kan pacarnya Geo, masa kamu sebagai temen deketnya gak tau sih?"
aku sangat terkejut dengan jawaban dari rendi yang sangat tidak kuduga, lalu menarik tangan bella dan dengan cepat berjalan kerumah bella, "sabar dong, makasih ya Rendi" ujar bella sambil sedikit berteriak.

Aku tak kuat menahan air mata ku yang sudah kubendung beberapa menit namun ternyata air mata ku tumpah ke pipiku, dengan sedikit terisak tangis aku memeluk bella, bella pun mencoba untuk menengkan ku yang sedang kacau "Rei, kamu jangan sedih gitu dong" kata bella sambil mengelus rambut ku.
aku tak bisa berkata-kata dengan posisi ku yang sekarang, karena melihat ku seperti ini bella pun mengajak kerumahnya lagi dan memberikan ku minum "ini minum dulu biar kamu tenang" kata bella.
"iya makasih, aku gak percaya Geo seperti itu" ujar ku.
"emang dasar cowok selalu kaya gitu, tapi gpp kan masih ada aku yang bakalan temenin kamu skarang"
"makasih yah bel, tapi aku harus menemui Geo dan bertanya kepada dia tentang hal ini, aku ingin dengar penjelasan langsung dari dia"
"yasudah nanti aku antar kamu"

tiba-tiba ad telpon dari Geo, dengan cepat aku angkat telpon itu "hallo Rei, maaf tadi aku lagi ada perlu" kata Geo.
"kamu dimana aku mau ketemu kamu sekarang"
"aku lagi dirumah, yaudah aku nanti kerumah kamu"
"aku tunggu, jangan lama"
"kamu tumben"
lalu aku tutup telponnya tanpa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Geo lebih lanjut.

TO BE CONTINUE

Apa yang akan terjadi selanjutnya, semoga pembaca penasaran dengan ceritanya.. hehe :P terus ikuti cerita penantian berharga karena nanti akan ada kuis yang sengaja penulis buat untuk kalian dan berhadiah loh hehe
Terima kasih dan sampai jumpa :)
*Catatan: Gambar hanya pamanis :D

Friday, January 27, 2017

Cerpen Penantian Berharga - Adanya kecurigaan (eps7)

Adanya kecurigaan

Cerpen Penantian Berharga - Adanya kecurigaan (eps7)

Tak terasa aku sudah hampir sebulan bersama Geo aku sangat merasakan kebahagiaan bersamanya, aku sering jalan bersamanya, makan bersamanya, bahkan main kerumahnya, setiap hari aku lalui bersama Geo sang kekasih dan pujaan hati ku, dan hari ini pun aku ada janji dengan dia untuk makan siang bersama, namun aku juga ada janji dengan bella untuk mengerjakan tugas bersama, aku sedikit pusing untuk memilih makan bareng Geo atau mengerjakan tugas dengan bella, waktu asyik memikirkan siapa yang aku pilih tiba - tiba HP ku berbunyi, ternyata bella menelpon ku, akupun bergegas mengangkat telpon dari sahabatku yang satu ini,

"hallo bel?" (Reina)
"hei Reina kapan kmu kerumah ku, banyak tugas menunggu nih"(bella)
"iya nanti aku kesana"(Reina)
"yasudah aku tunggu loh, jangan lama yah soalnya aku pusing dengan tugas sebanyak ini jika sendirian"(bella)
"iya iya bawel"(Reina)

karena merasa kasihan dengan bella akhirnya aku memutuskan untuk mengerjakan tugas dengannya dan segera aku menghubungi Geo untuk membatalkan acara makannya

"hallo Geo" (Reina)
"iya Rei, ada apa?"(Geo)
"kayaknya makan barengnya kita batalin aja ya, soalnya aku banyak tugas bersama dengan bella"(Reina)
"yahh, padahal aku udah nunggu kamu lama loh"(Geo)
"maaf, nanti lain waktu kan masih bisa"(Reina)
"yaudah deh"(Geo)
Dengan nada kecewa akhirnya Geo menutup telpon dan aku pun segera bergegas kerumah bella, diperjalanan aku merasa bersalah dengan Geo karena telah membatalkan acara yang telah dia buat untuk ku, namun disisi lain aku juga merasa senang karena bisa bicara dengan bella untuk waktu yang lama, sudah beberapa hari ini aku jarang bicara dengannya walaupun aku dekat dengannya namun akhir-akhir ini aku selalu bersama Geo dan jarang jalan dengan bella tidak seperti dulu yang hampir seperti amplop dan prangko susah dipisahkan.
Sesampainya dirumah bella sekilas aku melihat sesosok pria yang sedang berboncengan dengan wanita melewati rumah bella, aku hanya melihatnya sekejap saja namun aku penasaran dengan dia karena motor yang dia pakai mirip sekali dengan motor yang sering mengantar ku yaitu motor Geo. 
saat sedang penasaran ternyata bella sudah memanggilku dan menunggu di depan gerbang rumahnya rasa penasaranku pun hilang seketika karena senang melihat bella, akhirnya aku pun menghampiri bella dengan cepat dan memeluknya

"jangan lebay deh"(bella)
"huh dasar kan aku kangen tau"(Reina)
"yaudah ayo masuk banyak yang nunggu kamu tuh"(bella)
"siapa yang nunggu aku"(Reina)
sambil menjulurkan lidah,"tugas"(bella)
"aku kira makanan"(Reina)

akhirnya aku masuk dan tanpa istirahat sedikitpun aku langsung mengerjakan tugas, dan tidak terasa tugas yang banyak itu selesai dengan cepat, setelah tugas selesai aku teringat dengan motor yang tadi aku lihat didepan rumah bella, lalu aku iseng bertanya pada bella mungkin dia tau tentang orang itu,

"bel, tadi pas aku didepan rumah mu, aku lihat ada lelaki dan wanita berboncengan pakai motor mirip kaya Geo, kamu kenal dia gak?"(Reina)
"aku juga sering lihat orang itu, dan terakhir aku lihat Geo juga pernah lewat depan rumah ku, emang knapa?"(bella)
"aku cuma penasaran sih"(Reina)
"coba aja kamu tanya Geo"(bella)
mendengar saran bella akupun langsung menelpon Geo dan ternyata tidak diangkat olehnya karena tidak diangkat lalu aku telpon lagi dengan privat number dan ternyata diangkat lalu aku mendegar suara wanita tertawa saat aku bilang bicara telponnya langsung dimatikan olehnya..

TO BE CONTINUE
hai para pembaca setia Suka Cerpen Terimakasih sudah setia membaca cerita buatan saya, ini sudah menjadi episode ke 7 dan semoga bisa terus sampai episode selanjutnya, saya minta dukungan kalian dengan share ke sosial media kalian, dan jangan lupa untuk komen dibawah, terima kasih :) 
*catatan : gambar hanya pemanis :)

Monday, January 23, 2017

Cerpen Penantian Berharga - Menyatakan cinta (eps6)

Cerpen Penantian Berharga - Menyatakan cinta (eps6)

 

Hari ini adalah hari minggu setelah kemarin aku bergembira dengan hari ku maka hari ini aku harus merasakan lelahnya hari libur karena biasa pada hari minggu aku aku selalu mengisi dengan olahraga ringan namun sama saja biarpun dibilang ringan tetapi lelah pasti aku rasakan apalagi aku ini jarang sekali olahraga.

aku selalu olahraga lari mengelilingi komplek ya walaupun tidak begitu luas tetapi komplek selalu ramai oleh orang yang berolahraga apalagi di hari minggu banyak juga yang memanfaatkan waktu untuk berpacaran dan tapi berpakaian olahraga kalau kata bella "sambil menyelam minum air" jadi bukan hanya tubuh yang sehat mata pun menjadi bugar.

tidak terasa aku sudah hampir 3 kali mengelilingi komplek dan rasa lelahnya pun sudah sangat luar biasa, akhirnya aku pun memutuskan untuk beristirahat dan meminum air untuk menghilangkan lelah ku, setelah sekian lama ternyata ada lelaki yang menghampiri ku dan ternyata dia Geo sang pujaan hatiku.

"Hai" (Geo)
"Hai, kamu olahraga juga Geo?"(Reina)
"tidak, aku hanya ingin menemui mu?"(Geo)
"ahh kamu bisa aja, aku jadi GR loh"(Reina)
"hehe, kok larinya udahan?"(Geo)
"cape lah Geo, aku sudah 3 putaran komplek"(Reina)
"wah hebat juga kamu, hei Reina aku mau ngomong serius sama kamu tapi bukan disini"(Geo)
"mau ngomong apa, memang knapa kalau di sini?"(Reina)
"kamunya aja masih bau keringet"(Geo)
"hei, biarpun gini aku tetap cantik tau"(Reina)
"iya aku tau bahkan aku sampai tidak bisa berpaling dari kamu"(Geo)
"haha, yaudah kamu mau ngomong apa?"(Reina)
"tapi aku malu kalau bicara disini"(Geo)
"ngomong dimana aja sama kok Geo, ayo cepat sebelum aku pulang karena aku banyak pekerjaan"(Reina)
"sebenarnya aku mau bilang kalau aku ini tampan"(Geo)
"ahh, kamu yang benar dong"(Reina)
"nanti siang aku jemput kamu kita main ketaman, dah"(Geo)

akhirnya Geo pun pulang tanpa bicara banyak dan membuatku penasaran akan ajakan yang dia bicarakan pada ku tadi, akhirnya au pun pulang karena lelah ku sudah hilang setelah sampai dirumah aku pun mulai membuka online shop ku dan mulai bekerja menawarkan barang kepada para pelanggan setia ku, tidak lama kemudian muncul notif diHP ku yang ternyata dari Geo,
"hai Reina maaf tadi aku pulang duluan karena ada teman ku yang sudah menunggu ku, aku tadi mau bilang kalau aku sebenarnya sudah lama suka sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku?"
aku langsung kaget melihat pesan dari Geo yang seperti itu dan segera aku membalas dengan singkat dan jelas karena aku sangat menginginkan ini "iya aku mau, aku juga suka kamu"(Reina)
"nanti aku jemput kamu yah, aku mau tunjukin sesuatu sama kamu"(Geo)
"iya, aku tunggu"(Reina)

aku sangat senang karena orang yang aku suka ternyata dia juga menyukai ku, aku pun tidak sabar menunggu Geo untuk menjemputku, tidak lama berselang ternyata ada suara motor yang menghampiri rumah ku aku pun segera keluar rumah berharap Geo yang datang dan dugaan ku ternyata benar, Geo yang tampan sudah menjemputku dan kami segera meluncur ke taman yang dia janjikan, dan betapa terkejutnya aku sampai disana ada boneka besar yang sudah menunggu dengan hiasan bunga warna merah berbentuk love mengelilinginya dan beberapa kertas karton bertulikan I LOVE YOU REINA, aku hanya bisa terdiam dan segera memeluk Geo yang ternyata sudah membuatkan itu untuk ku.
"makasih Geo"(Reina)
"I LOVE YOU"(Geo)
"LOVE YOU TOO"(Reina)

TO BE CONTINUE
Episode 6 telah selesai jangan lupa dukung penulis agar terus berkarya untuk kalian caranya share, coment dan terus baca karya dari Suka Cerpen, karena dukungan kalian menjadi semangat dan kekuatan untuk penulis, Terima kasih :)

Monday, January 16, 2017

Cerpen Penantian berharga - Tumbuhnya benih cinta (eps5)

Tumbuhnya Benih Cinta

 
Cerpen Penantian berharga - Tumbuhnya benih cinta (eps5)

hari ini terasa sangat indah sekali karena kejadian pagi tadi, aku jadi terus kepikiran wajah Geo yang sangat tampan sampai-sampai aku tidak bisa memikirkan hal yang lain selain wajahnya tersebut, pada saat aku sedang belajar pun sama aku hanya fokus terhadap kejadian tadi pagi tanpa bisa fokus ke pelajaran hari ini, bella yang sedari tadi melihat ku bingung dengan diri ku yang hanya bengong bahkan senyum sendiri layaknya orang gila tapi ini lah yang disebut gila cinta bukan sakit jiwa.. hehe

pelajaran pun selesai dan waktunya aku pulang ke rumah, tetapi seperti biasa bella selalu menghalangi ku pulang duluan dan mengajak ku ke kantin untuk makan bersama dengannya dengan malas aku mengikuti permintaan bella tersebut, sesampainya di kantin tanpa kusangka ternyata ada Geo yang sudah menungguku di sana dan aku pun membuang muka malas ku dan mengganti dengan senyum yang sangat lebar untuk Geo.

sambil menatap wajah ku bella pun berkata,"huh giliran ada Geo kamu langsung seneng banget gitu" (bella)
"biarin aku kan mau terlihat cantik di depan Geo" (Reina)
"yasudah aku pesan makanan dulu untuk kita, kamu mau makan apa hari ini?" (bella)
"apa saja yang penting porsinya kecil" (Reina)
lalu bella pun berjalan menuju kios makanan dan aku berjalan menuju Geo yang sudah daritadi melambaikan tangan kepada ku, sesampainya ditempat duduk Geo aku langsung memilih tempat duduk tepat didepan Geo dan mulai menatap wajahnya dengan sangat serius, "kamu apa-apaan sih?" (Geo)
"kenapa? kamu salting ya ditatap oleh wanita cantik seperti aku?" (Reina)
"bukannya begitu tapi aku agak sedikit malu tau" (Geo)
"hehe, ngomong-ngomong gimana kabar kintan? (Reina)
"dia baik kok, kamu kapan-kapan main kerumah dong, biar kintan ada temennya dirumah" (Geo)
"bilang aja kamu mau ketemu aku terus kan?" (Reina)
"bu..bukan gitu" (Geo)
"hayo ngomongin aku ya?" (bella)
"huh siapa yang ngomongin kamu coba, dasar kepedean" (Reina)
"aku pulang duluan ya, soalnya kintan minta di anter ke tempat kumpulnya nih" (Geo)
"yah padahal kita mau ngomong serius sama kamu tapi yasudah deh hati-hati yah" (bella)
"iya, makasih yah" (Geo)
"Geo, salam sama kintan yah" (Reina)

Geo pun pergi, bella dan aku pun mengobrol sangat panjang sampai sore hari, setelah selesai mengobrol aku pun pulang kerumah dengan menaiki angkutan umum saat di angkutan umum telpon ku berbunyi dan ternyata Geo yang menelpon ku aku pun mengangkat telpon dari Geo tersebut "hallo Geo ada apa ya?" (Reina)
"kamu lagi dimana? aku mau ngomong sesuatu nih"
"aku lagi di bis, emang kamu mau ngomong apa?"
"yaudah aku tunggu kamu di halte tadi yah" (Geo)
tanpa aku menjawab ternyata Geo pun menutup telponnya dan aku pun turun di halte tempat aku bertemu dengan Geo tadi pagi, aku mulai penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Geo hari ini tidak lama aku menunggu ternyata Geo sudah sampai dan langsung mempersilahkan aku menaiki motornya tanpa bicara masalah yang ingin dia katakan kepada ku, akhirnya aku dan Geo sampai ditempat tujuan yang aku tidak mengerti kenapa aku diajak ke taman yang sepi, "kenapa kita berhenti disini?"
"ayo ikut dulu aja sama aku" (Geo)
Geopun menarik tangan ku, dan tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang tampan dan tinggi yang ternyata dia adalah sahabat dari Geo "Ren, ini Reina yang kemarin aku ceritakan" (Geo)
sambil menyodorkan tangannya,"Cantik juga ya, hai aku Rendi" (Rendi)
kami pun bersalaman,"Reina" (Reina)
"Rendi ini teman ku dari SMA" (Geo)
"lalu apa yang ingin kamu bicarakan?" (Reina)
"tidak ada aku hanya ingin bertemu dengan mu saja dan aku juga ingin kamu kenal dengan teman-teman ku" (Geo)
sambil tertawa,"haha dara Geo dari dulu tidak pernah berubah" (Rendi)
"aku sudah mengiranya dari awal" (Reina)
kami pun mengobrol dengan sangat panjang lalu aku ingat akan tugas kuliah dan aku meminta Geo untuk mengantarku pulang, akhirnya setelah berpamitan dengan Rendi, Geo pun mengantarkan aku sampai kerumah setelah itu dia langsung pulang tanpa ikut masuk ke dalam rumah ku, dengan lelah aku langsung meluncur ke kamar ku dan langsung melemaskan seluruh tubuh ku diatas kasur dan tanpa sadar ternyata aku tertidur sangat pulas.

TO BE CONTINUE
akhirnya update cerpen Penantian Berharga episode 5 pun selesai, saya sebagai penulis meminta dukungan dari sahabat Suka Cerpen untuk terus membaca cerita yang saya buat dan jangan lupa pula untuk share Blog Suka Cerpen keteman-teman, Sahabat, Keluarga dan lain-lain, agar Penulis terus semangat dalam menulis cerita, jika ada kritik dan saran tolong komentar di bawah, TERIMA KASIH :D

Friday, January 13, 2017

Penantian berharga - Pertemuan mendadak (eps4)

Pertemuan Mendadak (eps4)

Penantian berharga - Pertemuan mendadak (eps4)
hari sudah berganti tetapi hati ini masih berkata kau yang aku nanti, aku bangun dengan sangat semangat di pagi hari ini karena orang yang aku sukai ternyata sedang sendiri (single) aku berjalan dengan penuh keyakinan keluar kamar dengan menebar senyuman sampai-sampai mamah menanyakan "kamu kenapa kok senyum-senyum sendiri? kayaknya seneng banget" (mamah)
"enggak apa-apa kok mah" (Reina)
"dasar anak muda zaman sekarang kelihatan banget kalau lagi jatuh cinta" (mamah)
"ah mamah so tau banget" (Reina)
"mamah tuh enggak bisa dibohongin sama kamu Reina" (mamah)

sambil tertawa malu aku langsung pergi ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri, setelah selesai mandi dan rapi-rapi akhirnya aku pergi karena ada jadwal kuliah tanpa ingat sarapan pagi yang dibuat mamah tadi, aku berjalan perlahan ke arah halte tempat biasa aku naik angkutan umum tanpa terasa ternyata aku sudah sampai di tempat tujuan karena memang dekat dari rumah ku sih, akhirnya aku duduk dan menunggu angkutan umum dan tiba-tiba ada seorang lelaki berhenti dengan motor yang dia tumpangi tidak jauh dari halte ya kira - kira 5 meter dari halte tempat aku menunggu angkutan umum.

"jarang-jarang ada orang yang berhenti disini, siapa dia yah?" (Reina)
aku penasaran saat orang yang masih menggunakan helm full face itu menoleh ke arah ku dan aku pun berpura-pura memainkan handphone tanpa aku sadari ternyata dia sudah ada tepat didepan ku dan sudah melepaskan helmnya tersebut saat aku menoleh ke arah lelaki tersebut dengan tersenyum dia berkata "selamat pagi" ternyata dia Geo lelaki yang aku dambakan saat ini, dengan gugup aku menjawab "Pa..pagi Geo" 
"aku disuruh bella untuk menjemput mu disini" (Geo)
"bella?? kenapa dia menyuruh mu menjemput ku?" (Reina)
"iya, sebenarnya awalnya aku tidak mau tetapi karena aku lapar dan tidak ada yang menemani ku jadi aku ingin mengajak mu makan bersama ku, karena jika dilihat dari wajah mu sepertinya kamu belum sarapan pagi ini" (Geo)
dalam hati,"kok dia bisa tau kalau aku belum makan" (Reina)
"hei kenapa bengong ayo jalan bersama ku" (Geo) sambil menarik tangan Reina.

lalu aku diajak olehnya makan disalah satu cafe yang terkenal dengan masakan enak dan mahal tersebut, aku tidak kaget dengan itu karena dia itu kan pengusaha muda yang sudah pasti tajir jangan kan dia adiknya saja (kintan) sering sekali mengajak ku ke cafe tetapi aku tidak pernah mau karena aku malu masa penjual ditraktir pelanggan.

"hei kamu mau makan apa?" (Geo)
dengan tersenyum,"Terserah kamu saja" (Reina)
"Dasar cewek" (Geo)
lalu geo pun memesan makanan yang aku tidak tau itu apa, tidak lama kemudian makanan yang telah Geo pesan pun ternyata dia hanya memesan nasi goreng dan mochacino untuk kami berdua, akhirnya aku pun menyantap masakan itu dan ternyata rasanya berbeda dengan masakan lainnya,
"wahh enak banget" (Reina)
"ini makanan kesukaan ku" (Geo)
"Ternyata lidah mu bagus juga yah" (Reina)
"aku kan pecinta makanan" (Geo)
"hei, apa kamu kenal dekat dengan bella?" (Reina)
"iya, dia teman baikku, dia sering menceritakan dirimu padaku, aku juga tau kalau kamu itu wanita menyebalkan, itu yang dikatakan bella pada ku, tapi dia sangat menyayangimu sebagai sahabatnya" (Geo)
"akhirnya dia menganggap ku sebagai sahabatnya juga,
"kamu menyukai wanita yang menyebalkan? maksud ku wanita idaman mu itu seperti apa?" (Reina)
"aku tidak tau, tapi yang pasti aku menyukai wanita yang menyukai diriku saat ini, apa kamu sudah selesai makannya?" (Geo)
"ya, aku sudah selesai, aku harus segera ke tempat kuliah karena ada jadwal kuliah pagi ini"

akhirnya Geo pun membayar makanan kami dan geo mengantarkan ku sampai ke tempat kuliah, saat perjalanan kami sempat mengobrol panjang dan sesampainya di tempat kuliah Geo pamit pulang pada ku, aku pun sangat bahagia pagi ini karena bisa sarapan berdua dengan orang yang aku sukai sampai ke tempat kuliah pun aku di antar olehnya..


TO BE CONTINUE

Terimakasih untuk pembaca setia Penantian berharga Suka Cerpen, Hari ini update episode ke 4 berjalan dengan lancar dan semoga di episode selanjutnya pun akan terus lancar, jika ada kritik dan saran tolong komen dibawah, dukung saya untuk terus menulis karena dengan dukungan kalian akan ada 1 blogger yang akan terus berkarya untuk kalian :)

Wednesday, January 11, 2017

Penantian berharga - Kakak kintan (eps3)

Kakak kintan

Penantian berharga - Kakak kintan (eps3)
Ketika perjalanan pulang aku bertemu dengan bella di salah satu super market dekat rumahku, tanpa pikir panjang aku langsung menghampirinya, 

"Hai bella, kamu ngapain disini?" (Reina)
"kamu pikir aku ngapain di sini?" (bella)
"Belanja? atau kamu mau godain mas-mas kasir itu yah?" (Reina)
sambil mencubit pipi ku "ihh kamu ini" (bella)
"kan biasanya kamu ini wanita penggoda" (Reina)
sambil tertawa kecil,"hehe, Ehh iya kamu sudah tau tentang geo belum?" (bella)
"belum tapi tadi siang dia jadi pahlawan aku loh" (Reina)
"ahh masa sih? ayo dong cerita" (bella)
 "enggak mau ah sudah sore aku mau pulang nanti kalo telat pulang aku dimarahin mamah" (Reina)
"huh dasar anak mamah, yaudah deh kamu hati-hati aku mau godain mas-mas kasir dulu" (bella)
"haha, Semoga berhasil yah... huh dasar bella enggak pernah berubah dari dulu" (Reina)

Setelah berbincang yang cukup panjang aku pun melanjutkan perjalanan pulang ku ke rumah, tidak sampai sepuluh menit aku sudah sampai rumah, Sesampainya di rumah tiba-tiba aku di panggil mamah yang ternyata mamah sudah menunggu ku di ruang makan.
"Reina, sini makan dulu" (mamah)
tanpa pikir panjang aku langsung menghampiri mamah karena memang dari siang aku belum makan dan perutku ini sudah berteriak minta di isi.
sambil memeluk mamah,"mamah hari ini masak apa?"
"hari ini mama masak makanan kesukaan kamu, ayam goreng spesial yang digoreng dengan cinta" (mamah)
"Ah lebay banget mamah, tapi mamah emang yang paling the best" 
mamah pun tersenyum mendengar pujian ku yang sederhana ini dan dibalik senyuman itu akupun ikut merasa bahagia karena bisa membuat mamah tersenyum.

aku pun mulai menyantap makanan yang mamah sedia kan dengan sangat lahap karena perut ku ini tidak bisa berbohong dengan ke adaannya, mungkin jika perut ku bisa bicara perut ku ini akan mengatakan hal yang tidak mengenakan, setelah selesai makan aku pun pergi ke kamar tidur ku, itu adalah kebiasaan ku sehabis makan langsung pergi padahal aku sering dimarahi jika melakukan itu tapi tetap saja aku mengulangi hal yang sama sampai-sampai mamah juga bosan memarahi ku karena kebiasaan ku ini.

sesampainya aku dikamar tidur aku merebahkan seluruh tubuh ku di atas kasur ku yang sangat aku cintai itu, tidak lama aku pun mulai mengantuk dan tertidur dengan pulasnya.
tiba-tiba mamah teriak dengan sangat kencang,"Reina bangun, ada temen kamu nih"
aku terkejut dengan teriakan mamah yang sangat kencang dan langsung terbangun saat aku melihat jam dinding ternyata jam menunjukan pukul 9, saat aku keluar alangkah kagetnya aku saat melihat lelaki gagah muncul dirumah ku ternyata itu Geo, aku langsung mencubit pipi ku dengan kencang dan "aaauuu!" aku pikir ini cuma mimpi dan ternyata nyata,
"kamu kenapa Reina?" (mamah)
"eng.. enggak apa-apa kok mah" (Reina)
"cepet tuh temui temen kamu" (mamah)
"i..iya mah" (Reina)


saat aku berjalan menuju kearahnya tiba-tiba ada seorang wanita masuk kerumah ku dan memukul pundaknya, aku pun diam menatap ke arah mereka berdua dengan waktu yang cukup lama, kekecewaan ku pun berada dipelupuk mata, saat sedang memikirkan hal yang aneh tiba-tiba wanita itu berbicara pada ku "mbak Reina kenapa?" (kintan)
"eng.. enggak kok kintan" (Reina)
"kayak liat hantu aja nih mbak, sampe bengong gitu, ohh iya aku mau ambil barang yang aku pesan nih mbak, terus uangnya juga udah aku transfer ke rekening mbak"
"ohh iya sebentar aku ambil barangnya dulu yahh"
sambil berjalan mengambil barang aku pun bertanya-tanya "Geo itu siapanya kintan yah? ahh nanti aku tanya langsung saja deh daripada penasaran" setelah mengambil barang aku pun kembali lagi keruang tamu dan menemui kintan "nih barang yang kintan pesen" (Reina)
"wahh bagus banget, makasih yah mbak" (kintan)
"oh iya kenalin ini kakak aku namanya Geo, dia itu jarang mau bicara apalagi kalau dengan orang yang baru dia kenal" (kintan)
betapa leganya aku mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kintan itu akhirnya kami pun mulai mengobrol panjang lebar dan aku pun mengetahui sesuatu hal yang ingin aku tau dari seorang Geo ternyata dia Pengusaha muda yang masih mencari pasangan alias single, jadi aku berkesempatan untuk mendekatinya secara perlahan, "mbak udah malem kita pulang dulu yah, salam sama mamah mbak" (kintan)
"ohh iya hati-hati dijalan yah" (Reina)

malam ini adalah malam yang paling indah karena lelaki yang mulai aku sukai ternyata datang ke rumah dan menjadi kejutan, dan yang paling penting adalah dia kakak dari pelanggan setia ku.


TO BE CONTINUE

Terima kasih untuk pembaca setia Suka Cerpen semoga Blog ini dapat menghibur kalian, dan saya minta dukungan kalian dengan share link sukacerpen123.blogspot.com di sosial media kalian dengan cara klik tombol facebook, twitter dibawah..
jika ada kritik dan saran tolong langsung komen disini, Terima kasih :)

Tuesday, January 10, 2017

Penantian berharga - pelanggan setia (eps2)

Pelanggan Setia (eps2)

"Hei menjauh darinya!!!"
tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berteriak dengan sangat kencang dan keributan pun terjadi saat itu dan tanpa disangka laki-laki itu dapat mengalahkan kedua preman tersebut, dalam hati ku "akhirnya aku selamat" 

Laki-laki tersebut sedikit terluka di kakinya, mungkin memar karena pada saat dia berjalan ke arah ku dia terlihat sedikit pincang..

"Hei, Makasih yah" (Reina)
"iya sama-sama"
"kamu gak apa-apa?" (Reina)
"enggak apa-apa kok"
"tapi kayaknya kaki kamu memar deh, sini aku lihat" (Reina)
"enggak usah aku enggak apa-apa kok"

Lalu dia meninggalkan ku, tanpa pikir panjang dengan sedikit teriak aku bicara padanya "Hei, siapa nama mu??" dia pun menjawab dengan teriakan yang sangat kencang "Geo, Namaku Geo!"

Setelah mendengar namanya aku melanjutkan perjalanan pulang ku ke rumah, sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar ku dan mulai membayangkan wajah Geo yang tampan itu, karena memikirkan Geo aku jadi teringat dengan bella "ohh iya bella, kan dia pernah bertemu dengan Geo waktu itu, tapi kan dia tidak mau cerita apa-apa soal geo, kenapa aku jadi mikirin dia, bodo ah aku jadi ngantuk" karena memikirkan Geo membuat aku tertidur dengan pulasnya sampai-sampai ada chat pun aku tidak dengar.

Saat aku terbangun dari tidur pun ternyata hari sudah sore dan jam menunjukan pukul 4.00, aku melihat ke hp ku yang tergeletak ditempat tidur ku ternyata ada sms dari kintan "mbak aku udah nunggu mbak ditaman nih"
 "ohh tidak aku lupa ada janji sama kintan 10 menit lagi" lalu dengan bergegas aku menuju kamar mandi dan berpakaian dengan cepat hingga aku lupa membawa pesanan kintan. 
ohh iya kintan itu pelanggan setia ku dia sering membeli barang dari ku melalui online shop ku dia itu cantik dan sangat menyukai basket mungkin karena itu juga tinggi dia melebihi tinggi badan ku, kadang aku merasa lebih muda dari dia karena tinggi badan kita yang beda jauh.
dengan sedikit berlari aku mengejar waktu ya walaupun taman itu dekat dengan rumah ku tetapi aku takut jika palanggan ku yang satu ini kecewa kepada ku karena keterlambatan ku ini, tiba-tiba ponsel ku berbunyi "ahh kintan, dia marah enggak yah" dengan perasaan takut kintan marah akhirnya aku mengangkat telpon darinya "hallo kintan, maaf yah mbak agak telat" (Reina)
"iya enggak apa-apa mbak, tapi cepetan yah soalnya aku mau pergi sama kakak aku nih mbak" (kintan)
"iya ini juga mbak udah cepet kok dikit lagi juga sampe nih" (Reina)

aku pun menutup telpon dan berlari agar cepat sampai di tujuan dengan sedikit kelelahan aku sampai ditaman tempat aku janjian dengan kintan. 
"Dimana yah kintan, ahh itu dia" (Reina)
aku pun mendekatinya dengan sedikit berlari dan menepuk pundaknya dari belakang sambil tersenyum akupun langsung bicara padanya "hai kintan, maaf yah mbak telat" (Reina)
"iya engga apa-apa kok mbak, barang yang aku pesan mana?" (kintan)
sambil menepuk kening,"ohh iya mbak lupa pesanan kamu enggak kebawa, gimana dong?" (Reina)
dengan sedikit cemberut,"yahh mbak, padahal aku udah nunggu lama, yaudah mending nanti aku aku ambil barangnya dirumah mbak aja deh, soalnya sekarang aku mau pergi sama kakak aku, jadi aku pulang dulu yah"(kintan)
 dengan tersenyum aku mengiyakan apa yang dikatakan kintan dan kami pun pulang kerumah masing-masing walaupun kelihatannya kintan sedikit kecewa tapi aku senang ternyata dia tidak marah-marah seperti pelanggan lainnya...

TO BE CONTINUE
Terima kasih kepada para pembaca, ini adalah cerpen (episode 2)di blog suka Cerpen dan semoga bisa berlanjut ke cerpen (episode) berikutnya, dukung terus blogger muda indonesia karena dengan dukungan kalian kami bisa mengembangkan kreatifitas blog untuk kalian para pembaca..

Monday, January 09, 2017

PENANTIAN BERHARGA - Perkenalan

Perkenalan

PENANTIAN BERHARGA - Perkenalan
Hari ini adalah hari pernikahan ku yang sangat aku dambakan, setiap malam aku selalu memimpikan diriku dibalut dengan gaun putih seperti saat ini, betapa indahnya hari ini..

Hai perkenalkan nama ku Reina orang-orang selalu memanggil ku Rei padahal aku tidak suka dengan panggilan itu tapi aku biarkan saja karena aku tidak mau ada masalah karena panggilan ku tersebut.
Aku anak tunggal tetapi ayah ku meninggal saat aku masih kecil kira-kira saat umur ku 7 tahun, sekarang aku tinggal dengan ibu ku yang sangat bawel, mungkin bawel-nya tersebut karena aku anak satu-satunya jadi dia sangat menjaga ku apalagi dalam urusan percintaan ku. Ohh iya aku mempunyai usaha online shop dari situ aku mempunyai penghasilan dan bisa membayar kuliah ku sendiri, aku di bantu oleh ibu ku berdagang makanan melalui online lebih tepatnya ibuku lah yang membuat makanannya sendiri tetapi bukan hanya makanan saja banyak barang yang aku jual seperti baju, sepatu dan lain lain.

Hari ini adalah hari pertama ku berkuliah di semester akhir, Ohh iya aku lupa aku kuliah di universitas UI jurusan kedokteran dan ini adalah semester akhir ku, jadi aku harus lebih berusaha keras untuk mendapatkan gelar yang sudah di depan mata, sebenarnya aku tidak berniat untuk kuliah dengan jurusan kedokteran karena aku tidak ingin menjadi dokter tetapi karena ibu ku memaksa aku berkuliah dengan jurusan itu ya mau gimana lagi jadi aku ikuti keinginan ibu ku ter-sayang itu.

"Hai Rei!"
dia adalah bella, teman kuliah ku yang paling jahil, lebih tepatnya sahabat ku sih tapi dia tidak pernah mau dibilang sahabat ku mungkin karena di sudah seperti adik ku
"Hai bel, aku bilang jangan panggil aku rei"
"hehe, maaf kebiasaan, lagi pula kamu mirip cowok juga sih"
"huh aku ini wanita cantik tau" (sambil mencubit pipi bella)
"hei kamu tau tidak?"
"Tidak tau, dan tidak mau tau!"
"yah padahal aku mau bercerita tentang cowok kemarin yang aku temui"
"hah? kamu menemui cowok? aku tidak percaya itu, kamu kan tidak suka cowok (lalu menjulurkan lidah)
"aku tidak mau cerita"
 Tiba-tiba bella menyenggol ku dan menunjuk seorang laki-laki berbadan tegap, tinggi dan putih bersih, aku pun penasaran dan langsung dengan cepat aku bertanya kepada bella tentang laki-laki itu.
"siapa dia?"
"dia itu geo, yang tadi aku mau ceritakan pada mu, tapi berhubung kamu tidak mau mendengarkan jadi aku tidak mau memberitahu mu"
"jangan ngambek dong, aku mau dengar cerita mu sekarang, ayo cerita"
dengan muka konyol, bella mengatakan " kalau mau tau, ya cari tau aja sendiri, dadah" lalu bella pergi.

Tiba saatnya aku pulang ke rumah ku yang indah dan damai, saat di perjalanan tiba-tiba aku di hadang oleh dua orang laki-laki berbadan kekar dan sangar (preman) mereka menggoda ku dengan kata-kata menjijikan yang membuat ku ingin muntah.
"Hei menjauh darinya!!!"
tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berteriak dengan sangat kencang dan keributan pun terjadi saat itu dan tanpa disangka laki-laki itu dapat mengalahkan kedua preman tersebut, dalam hati ku "akhirnya aku selamat" 


TO BE CONTINUE

Terima kasih kepada para pembaca, ini adalah cerpen pertama (episode 1 )di blog suka Cerpen dan semoga bisa berlanjut ke cerpen (episode) berikutnya, dukung terus blogger muda indonesia karena dengan dukungan kalian kami bisa mengembangkan kreatifitas blog untuk kalian para pembaca..